Keluarga memang menjadi sebuah perkumpulan pertama dalam kehidupanku, dimana aku dilahirkan oleh seorang ibu yang penuh dengan kesabaran, selalu ada untukku, dan pokoknya is the best for my mom serta seorang ayah yang keras dalam mendidikku, tegas, tetapi ayahku selalu memotivasi dan mendorong dari belakang. Aku sempat iri dengan orang lain,dan teman-teman seangkatan, dimana mereka merasa berkecukupan dibelikan ini dibelikan itu, dimanja oleh orang tua dll.
Seiring dengan berjalannya waktu, aku menjadi mengerti bahwa sebuah iri di waktu kecil tidak ada apa-apanya dengan sebuah kesedehanaan.
"Sederhana itu tidak memandang sebuah kemewahan tetapi ada senyum kecil yang terlintas di bibir dan melegakan hati"aku bangga dengan sebuah kesederhanaan yang diajarkan oleh ayah dan ibu, dimana aku menjadi orang yang kuat dalam menjalani sebuah kehidupan yang kejam, meskipun terkadan aku menganggap sebuah perintah dari ibu dan ayah sebagai beban dan juga sempat terlintas di fikiran aku dijadikan seorang pembantu tetapi
Proses pendewasaan bukan hanya sekedar usia tetapi juga pada pengalaman yang terjadi di kehidupan. Bagaimana kita menyikapi, memahami, dan mengerti akan suatu kepentinganbukan sebuah pesan dan nasihat yang tersurat tetapi tersirat dalam sebuah kesederhanaan.
Terima kasih ayah dan ibu ❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar